24 May 2009

Back to Nature ...

hari ini terasa beda dari hari-sebelumnya,gak semangat loyo tapi ada rasa bangga rasa kemenangan,hari ini aku mulai berhenti merokok .

Buat orang-orang terkasih atas suport dan doanya makasih
mudah2an aku bisa menjadi lebih baik di setiap waktunya

if you can control it you'll be the winner

11 October 2008

apakah anda pernah merasa .....


merasa bosan
merasa teraniaya
merasa terasingkan
merasa penat
merasa sakit
merasa sedih
merasa lemah
merasa bodoh
merasa tak berguna

itulah yang sedang ku rasakan ...

30 June 2008

Akhirnya ....


Akhirnya apa yg dikhawatirkan oleh banyak pihak yg terkait dg jardiknas terjadi juga,terutama mahasiswa dapodik yg selama ini kuliah dengan biaya subsidi dari pemerintah.tapi itulah yg memang harus kita jalani.Kita punya rencana tapi Allah juga punya rencana dan yg pasti terjadi adalah rencana Allah berikut beberapa hasil copas

Kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan harapan dapat
diatasi dengan:

S I A P
Siap apa? Siap menghadapi yang cocok dengan yang diinginkan dan siap menghadapi yang tidak cocok dengan keinginan. Kita memang diharuskan memiliki keinginan, cita-cita, rencana yang benar, dan wajar dalam hidup ini. Bahkan kita sangat dianjurkan untuk berikhtiar mencapai apapun yang terbaik bagi dunia akhirat, semaksimal kemampuan yang Allah SWT berikan kepada kita.Namun bersamaan dengan itu, kita pun harus sadar bahwa kita hanyalah makhluk yang memiliki banyak keterbatasan untuk mengetahui segala hal yang tidak terjangkau oleh daya nalar dan kemampuan kita.Dalam hidup ini, ternyata sering kali atau bahkan lebih sering terjadi sesuatu yang tidak terjangkau oleh kita, yang di luar dugaan dan di luar kemampuan kita untuk mencegahnya. Andaikata kita, selalu terbenam dalam tindakan yang salah menyikapinya, maka betapa terbayangkan hari-hari akan berlalu penuh kekecewaan, penyesalan, keluh kesah, kedongkolan dengan hati yang galau. Sungguh rugi, padahal hidup ini hanya sekali dan kejadian tak diduga pun pasti akan terjadi lagi.Kethuilah, bahwa kita punya rencana dan Allah swt.pun punya rencana. Dan yang pasti terjadi adalah apa yang menjadi rencana Allah swt. Yang lebih menarik dan lucu disini adalah yaitu kita sering marah dan kecewa dengan suatu kejadian, namun setelah waktu berlalu ternyata kejadian tersebut begitu menguntungkan, membawa hikmah yang sangat besar dan sangat bermanfaat, jauh lebih baik dari apa yang diharapkan sebelumnya.Alkisah ada 2 orang kakak beradik penjual tape yang berangkat dari rumahnya pagi hari seusai shalat subuh dari sebuah dusun. Di tengah pematang sawah, tiba-tiba pikulan kakak berderak patah, pikulan di sebelah kiri masuk ke sawah, dan pikulan yang sebelah kanan masuk ke kolam. Betapa kaget, sedih, kesal, dan merasa sangat sial. Jualan
belum, untung belum datang, malah modal pun habis terbenam. Dengan penuh lemurungan, mereka kembali ke rumah. Akan tetapi 2 jam kemudian dtang berita yang mengejutkan. Ternyata kendaraan yang biasa ditumpangi para penjual tape terkena musibah sehingga seluruh penumpangnya cedera, bahkan diantaranya ada yang cedera berat,
satu-satunya diAntara kelompok pedagang yang senantiasa menggunakan
angkutan tersebut yang selamat hanyalah dirinya, yang tidak jadi berjualan karena pikulannya patah. Subhanallah! 2 jam sebelumnya patah pikulan dianggap kesialan besar, 2 jam kemudian, patah pikulan dianggap keberuntungan luar
biasa.Oleh karena itu, fa idzaa azamtafa tawaqqal Alallah.
Bulatkan tekad, sempurnakan ikhtiar, namun hati harus tetap menyerahkan segala keputusan dan kejadian terbaik kepada Allah swt. Allah swt berfirman dalam Al-Qur?an
surat Al-Baqarah ayat 216.
Boleh jadi engkau tidak menyukai sesuatu padahal bagi Allah swt lebih baik bagimu, dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu padahal buruk dalam pandangan Allah swt.
Maka, jika dilamar seseorang, bersiaplah untuk menikah dan bersiap pula jika tidak jadi menikah. Karena yang melamar kita, belumlah tentu jodoh yang terbaik seperti yang senantiasa diminta oleh dirinya maupun oleh orang tuanya. Kalau mau mengikuti ujian perguruan tinggi negeri, berjuanglah sungguh-sungguh untuk diterima di tempat yang diinginkan. Namun siapkan pula diri anda, andai kata Allah Yang Maha Tahu menentukan bahwa bakat, karakter dan kemampuan kita sebenarnya akan menempatkan di tempat yang lebih cocok, walaupun tidak sesuai dengan rencana
sebelumnya.Melamar kerja, lamarlah dengan penuh kesungguhan, namun
hati harus siap andai kata Allah tidak mengizinkan. Oleh karena Allah swt Mahatahu tempat jalan rezeki yang lebih berkah.
Berbisnis ria, jadilah seorang yang professional yang andal, namun ingat, bahwa keuntungan besar yang kita rindukan belumlah tentu membawa maslahat bagi dunia
akhirat kita. Maka bersiaplah menerima untung terbaik menurut perhitungan Allah swt. Demikianlah dalam segala urusan apa pun yang kita hadapi.

R I D H A
Siap menghadapi apa pun yang akan terjadi. Apabila terjadi, satu-satunya langkah awal yang harus dilakukan adalah mengolah hati kita agar ridha / rela akan kenyataan
yang ada. Mengapa demikian? Karena walaupun hati kita dongkol, uring-uringan dan kecewa berat tetap saja kenyataan itu harus terjadi. Pendek kata, ridha atau
tidak, kejadian itu tetap sudah terjadi. Maka lebih baik hati kita ridha saja menerimanya.Misalnya kita memasak nasi, tap gagal dan malah menjadi
bubur. Andai kata kita muntahkan kemarahan, tetap saja nasi telah menjadi bubur, dan tidak marah pun tetap bubur. Maka dari pada marah menzalimi orang lain, dan memikirkan sesuatu yang membuat hati mendidih, lebih baik pikiran dan
tubuh kita disibukkan pada hal yang lain seperti mencari bawang goring, ayam, cakwe, seledri, keripik, dan kecap supaya menjadi bubur ayam spesial. Dengan demikian, selain perasaan tidak jadi sengsara, nasi yang gagal pun tetap
bisa dinikmati dengan lezat.Kalau kita sedang jalan-jalan, tiba-tiba ada batu kecil
nyasar entah dari mana dan mendarat tepat di kening kita,
hati kita harus ridha, karena tidak ridha pun tetap benjol. Tentu saja ridha atau rela terhadap suatu kejadian, bukan berarti pasrah total sehingga tidak
bertindak apa pun. Itu adalah pengertian yang keliru. Pasrah / ridha hanya amalah, hati kita menerima kenyataan yang ada, tetapi pikiran dan tubuh wajib ikhtiar untuk
memperbaiki kenyataan dengan cara diridhai oleh Allah swt.
Kondisi hati yang tenang dan ridha ini sangat membantu proses ikhtiar menjadi positif, optimal dan bermutu.Orang yang stress adalah irang yang tidak memiliki
kesiapan mental untuk menerima kenyataan yang ada. Selalu
saja pikirannya tidak realistis, tidak sesuai dengan kenyataan, sibuk menyesali dang mengandai-andai sesuatu yang sudah tidak ada atau tidak mungkin terjadi. Sungguh
suati kesengsaraan yang dibuat sendiri.Misalkan tanah warisan telah dijual tahun lalu dan saat ini ternyata harga tanah tersebut melonjak berlipat ganda.
Orang-orang yang malang selalu saja menyesali mengapa dahulu tergesa-gesa menjual tanah. Kalau saja mau ditangguhkan, niscaya akan lebih beruntung. Biasanya hal
ini dilakukan dengan saling bertengkar dan salaing menyalahkan sehingga semakin lengkap saja penderitaan dan kerugian karena memikirkan tanah yang nyata-nyata telah
menjadi milik orang lain.Yang berbadan pendek, sibuk menyesali diri mengapa tidak
jangkung. Setiap melihat tubuhnya ia kecewa, apalagi melihat yang orang lebih tinggi dari dirinya. Sayangnya, penyesalan ini tidak menambah satu sentimeter pun. Yang
memiliki orang tua kurang mampu atau telah bercerai, atau
sudah meninggal, sibuk menyalahkan dan menyesali keadaan.
Sungguh banyak sekali kita temukan kesalahan berpikir, yang tidak menambah apa pun selain menyengsarakan diri.Ketahuilah, hidup ini terdiri dari berbagai episode yang
tidak monoton. Ini adalah keyataan hidup, kenanglah perjalanan hidup kita yang telah lalu dan kita harus benar-benar arif menyikapi setiap episode dengan lapang
dada, kepala dingin dan hati yang ikhlas. Jangan selimuti
diri dengan keluh kesah karena semua itu tidak menyelesaikan masalah, bahkan bisa jadi memperparah masalah.

From the book tittled: Daun-daun Berserakan - sebuah
renungan hati.
Writer: Ir. Palgunadi T. Setyawan, ex-Vice President PT.
Astra Int'l Tbk. and The Former of Daarut Tauhiid Jakarta.